Perbedaan dan Makna Toleransi di Mata Miss Indonesia 2018 Alya Nurshabrina

Perbedaan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam hidup. Terlebih di Indonesia masyarakatnya tumbuh dalam kemajemukan bangsa baik itu suku, agama, ras maupun golongan.
Maka dari itu, sangat disayangkan apabila masih ada intoleransi di antara masyarakat. Masalah itu turut dirasakan oleh Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina.
Ditemui dalam acara CERITAFest Private Launch yang diselenggarakan oleh Habibie Center, Alya memberikan pandangannya tentang perbedaan.

"Menurut saya perbedaan itu indah dan keberagaman itu penting. Kenapa? Karena kita jadi lebih memahami teman-teman dengan semua latar belakang yang berbeda. Indonesia sendiri itu kan bhineka tunggal ika, berbeda-beda namun satu," paparnya.
Selain itu, gadis asal Jawa Barat tersebut juga berpendapat bila toleransi terhadap perbedaan penting untuk menjalankan demokrasi di Tanah Air.

"Kita sendiri berdiri dari demokrasi yang juga berpegang teguh pada freedom of speech. Bagaimana kita bisa menjalani demokrasi kalau kita tidak menghargai keberagaman dan perbedaan. Jadi itulah, kalau mau jadi orang Indonesia harus menerima perbedaan," tambahnya.
Pada acara yang berlangsung Jumat, 23 Maret 2018 di kawasan Kemang, Jakarta Selatan itu, Alya sempat membagikan pengalamannya tentang perbedaan. "Saya sudah concern, mempunyai passion di bidang disabilitas sehingga saya sharing sedikit banyak tentang pengalaman saya menjadi relawan disabilitas dan juga pentingnya masyarakat indonesia untuk membuat fasilitas inklusi dan juga ramah disabilitas," terangnya.

Perempuan berusia 22 tahun itu berkata jika selama ini masyarakat kebanyakan berfokus pada perbedaa agama, perbedaan ras, dan segala macamnya namun lupa tentang perbedaan bentuk tubuh. Dirinya juga berharap agar pemuda Indonesia lebih aktif, memiliki keinginan bertoleransi, dan mau menerima perbedaan karena Indonesia negara yang penuh dengan keberagaman.
"Intinya yang ingin saya tekankan adalah saya sangat mendukung pemuda Indonesia yang sudah berniat memberikan kontribusi positif terhadap isu-isu sosial di sekitarnya," ujarnya.
Tidak sebaiknya masyarakat Indonesia bertindak seperti itu. Ke depannya Alya berharap bila ada teman maupun relawan lain yang ingin mengundangnya dalam acara berkaitan dengan pemuda, dirinya pasti akan mendukung. "Karena ini semua untuk kehidupan positif anak muda Indonesia," pungkasnya.

Di sisi lain, Alya merasa acara tersebut memiliki kesamaan visi dengan Miss Indonesia untuk turut membantu masyarakat di dalam perbedaan.
"Saya sebagai anak muda ingin berkontribusi dalam ruang berdialog ini. Kita harus terus berdialog, berdiskusi (tentang) masalah yang ada sekarang dan juga memahami, memberikan toleran terhadap masalah, kembali lagi saya tekankan itu. Sebagai Miss Indonesia saya merasa memang sudah perannya pemuda untuk melakukan hal demikian," ucapnya.

Anak pertama dari tiga bersaudara itu menegaskan bila tidak boleh lagi ada orang terutama pemuda yang menggunakan isu agama, isu perbedaan ras, atau isu perbedaan lainnya untuk memecah belah masyarakat.

Belum ada Komentar untuk "Perbedaan dan Makna Toleransi di Mata Miss Indonesia 2018 Alya Nurshabrina"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel