Minggu, 16 September 2018

Ingin Bisnis Keluarga Panjang Umur? Ikuti Kiat-Kiat Ini


Berdasarkan keterangan dari survei yang dilaksanakan tahun 2014 oleh Price Waterhouse Cooper (PWC), perusahaan audit asal Amerika Serikat, mengaku bahwa selama 95 persen perusahaan di Indonesia ialah bisnis keluarga.

Contohnya saja Gudang Garam, Kalbe Farma, Djarum, First Pacific, dan Sinar Mas. Kelima perusahaan besar itu juga dimulai dari bisnis yang dikelola keluarga, lo, laksana dikutip dari Swara Tunaiku.

Selain tersebut di tahun 2015, menurut keterangan dari survei dari Labuan International Business and Financial Centre (Labuan IBFC), Indonesia juga sukses menduduki peringkat satu di Asia Tengggara dalam urusan perencanaan dan suksesi kepemimpinan.

Wah, bangga ya! Melihat hasil kedua survei tersebut, berarti ada kesempatan besar nih untuk bisnis keluargamu untuk dapat jadi perusahaan besar.

Namun sebelum itu, terdapat baiknya bila anda coba lakukan kelima resep di bawah ini. Percaya deh, bisnis keluargamu bakal panjang usia dan dapat mengikuti jejak kesuksesan perusahaan besar lainnya.

Berikut uraiannya:

1. Bersikaplah profesional! Bedakan mana yang hal bisnis dan mana yang personal

Hal tersulit yang perlu anda lakukan andai membangun bisnis keluarga ialah membedakan dan memberi pembatas antara hal bisnis dan personal.

Namun walau sulit, anda harus mengupayakan untuk tidak membicarakan masalah pekerjaan saat sedang kumpul family di rumah, atau sebaliknya, membicarakan permasalahan keluarga saat berada di kantor.

2. Lakukan komunikasi yang baik dan berkualitas

Berdasarkan keterangan dari Henry Hutchaeson, seorang Family Business Advisor, alur komunikasi yang baik dan tersingkap sangat diperlukan dalam menjalani bisnis keluarga.

Rencanakanlah suatu rapat keluarga, di mana kalian dapat membahas bisnis yang dijalankan. Undang seluruh anggota family tanpa memandang hirarki jabatan dan bahaslah seluruh isupun permasalahan bisnis laksana performa, peran setiap anggota keluarga, transisi jabatan, dan lain-lain.

3. Jangan melulu mengejar deviden semata

Bisnis family yang kalian jalankan tentunya tidak saja untuk memburu keuntungan semata, bukan? Pasti terdapat nilai-nilai pun visi dan tujuan yang hendak kalian bangun dan kejarbareng melalui bisnis. Nah, oleh sebab itu usahakanlah untuk meyakinkan bahwa nilai-nilaiitu tetap hidup dalam bisnis yang kalian jalankan, ya.

4. Untuk posisi kerja menurut keahlian

Supaya perusahaan dan bisnis tidak merugi, kalian mesti terus memegang prinsip profesionalitas dan menyingkirkan seluruh atribut keluarga saat bekerja.

Misalnya, saat sedang menata posisi dan jabatan, kalian jangan asal menilai danmenyimpulkan seseorang lebih pantas melulu karena ia saudara kandungmu.

Jika anda melakukannya, maka anda harus bersiap menerima risiko buruk yang bakal terjadi ke depannya. Ingat, belum pasti saudara yang ditunjuk tersebut benar-benar memiliki kemahiran di bidang tersebut.

5. Carilah konsultan bisnis andai dibutuhkan

Jika kalian mendatangi masalah dan belum dapat menyelesaikannya secara kekeluargaan, tidakterdapat salahnya mempekerjakan seorang konsultan bisnis profesional guna membantu.

Siapa tahu, dia dapat memberikan masukan dan sudut pandang baru yang belum pernah terpikirkan oleh kalian sebelumnya. Oh ya, konsultan bisnis juga dapat membantu kalian dalam mengerjakan penataan manajemen, lo. Dengan begitu, bisnis kalian dapat lebih siap guna memulai waktu kejayaan.

Kewajiban yang kalian miliki sebagai seorang profesional dan pun anggota family memang menjadi kendala tersendiri saat membangun bisnis keluarga.

Oleh sebab itu, kalian mesti lebih tidak sedikit belajar mengenai bisnis dan lihatlah referensi perusahaan bisnis family di Indonesia lainnya. Semoga berhasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar